Kebetulan dalam pergaulan dalam sektor pertahanan khususnya TNI, di satuan satuan bawah ada semacam panggilan khusus kepada orang perorang maupun kumpulan orang berdasarkan hal hal yang sering dilakukan, pengalaman dan sebagainya. Memang awalnya panggilan khusus dipakai oleh satuan operasional di medan operasi sebagai sandi untuk mengelabuhi musuh dan mempermudah kawan dalam mengidentifikasi. Tetapi setelah menuntaskan tugas dalam medan operasi dan kembali dalam pergaulan sehari hari, panggilan khusus masih tetap dibawa atau menciptakan panggilan khusus baru hanya untuk joke joke segar.
Ada kelompok prajurit yang memiliki panggilan khusus dimana namanya berdasarkan pejabat yang membubuhkan tanda tangannya dalam Skep pengangkatan pertama sebagai perwira. Kelompok tersebut adalah lulusan pendidikan perwira pada tahun 2000, baik itu abituren Akademi Militer, Semapapk maupun Secapa AD. Pejabat yang menandatangani Skep pengangkatan pertama sebagai perwira adalah Bapak Abdul Rahman Wahid, yang dikenal dengan GUS DUR. Sehingga panggilan khusus kapada seluruh Perwira Pertama liting 2000 dari ketiga sumber adalah : "LITHING PICHEK".
Penulis juga tidak merasa nyaman dengan panggilan khusus seperti itu, tapi ini kejadian nyata didaerah. Silahkan cek di Kodam V/BRW di Surabaya dan Malang sebagai awal mula panggilan itu berasal. Dan penulis sendiri sudah mendengar panggilan tersebut sudah tersebar di Kodam IX/UDY.
Karena itu penulis mencoba memandang dari sudut lain, yaitu bener benar sebagai sandi atau panggilan khusus, yang sudah lazim dalam dunia militer. Seperti panggilan khusus "taelaso" utk rekan dari makassar, Rajawali, marabunta dan nama nama binatang lain untuk pasukan khusus, "Bad Boy" untuk penerbang tempur dan lain sebagainya.
Dengan memandang dari sudut lain oleh kita masing masing, mudah mudahan dapat menghasilkan out put yang baik.
Selasa, 10 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
